Malam puasa.

Malam menjelang puasa. Kudukmu merinding. Hatimu bergetar. Membayangkan sosoknya.

Malam menjelang lebaran. Aku mendatar lurus. Berlari terus. Meninggalkan lengahmu. Menagih penyesalan untuk malam tahun depan. Begitu terus.

Malam lebaran. Aku terus berlari. Masing lurus mendatar. Hatimu lega. Lupa yang kau rindu. Rasanya tanpa bekas. Tak mempan mengubahmu. Tak ada rindu lagi sampai malam menjelang puasa.

Categories: Uncategorized

Berputih tulang

Bude Yatmi, kakak kandung bapak, baru saja meninggal, 18 Mei 2017. Orangnya hangat.

Saya ingat betul, saat masih kuliah. Di acara keluarga yang ramai tamu, beliau mencium pipi kanan kiri saya. Hangat penuh kebaikan. “Anakku.” Bude bermaksud menjelaskan ke para tamu. Waktu itu saya malu. Saya rasa perlakuan itu hanya pada saya saja diantara keponakan yang lain. Karena jarang ketemu. Saya di Samarinda, Bude di Boyolali.

Saya sedih berat.

Beliau beragama katolik. Saya ingin sekali beliau Islam. Keinginan yang sama besarnya dengan (mungkin) keinginan beliau untuk mengajak kami keluarga besarnya untuk ikut beliau. 

Saya sedih.

Bude inilah yang biayai sekolah bapak saya. Uang gajinya yang tak seberapa itu disisihkan agar adik-adiknya bisa sekolah.

Selamat jalan.

Categories: Uncategorized

bicara, nulis, baca

Find three hobbies:one to keep you money, one to keep you in shape, and one to keep you creative

Tulisan itu saya dapat di akun Ig: @dagelan. Terjemahnnya adalah temukan tiga hobi: satu yang menghasilkan uang, satu yang membentuk (karakter), satu lagi yang membuatmu bisa terus kreatif.

Maksud tulisan itu yang saya tangkap, beruntung kalau orang punya satu hobi saja tapi bisa menghasilkan ketiganya: bisa bikin kaya, baik dalam pembentukan karakter, dan kreativitas tetap terjaga.

Yang kurang beruntung, seperti saya, untuk menghasilkan tiga hal itu hobi tidak sama. Tapi ya tidak sial juga. Untuk menghasilkan tiga hal itu, hobi saya masih berkelindan.

Uang saya dapatkan dari hobi bercerita. Saya senang bercerita. Dari bercerita di depan kelas inilah saya dapat uang. Saya selalu semangat kerja, hujan sekalipun. Walaupun kerjaan saya kalau saya tak datang pun tak dihukum, hehe.

Untuk hobi yang membentuk karakter, saya percayakan pada hobi membaca. Saya hanya membaca karya sastra saja. Saya percaya betul sastra akan membuat karakter saya jadi lebih baik. Yang paling banyak saya baca adalah novel dan puisi. Novel yang paling saya suka masih Wuthering Heights karya Emily Bronte. Menonton film juga termasuk perpanjangan dari membaca sastra. Pun saya hobi nonton film.

Urusan kreativitas ini yang agak rumit. Hobi apapun rasa-rasanya menuntut kreatifitas. Saya pikir hobi menulis saya bisa mewujudkan hal ketiga ini.

Bercerita, baca, dan tulis berkelindan satu sama lain. Berarti saya tak hobi mendengar, hehe.

Categories: Nyampah Tags: , ,

Puisi Sedunia

Hari puisi

Merdeka tuk berkarya

Atawa tidak

Categories: Uncategorized

Manusia Kardus

​Di tengah terik, anak kecil berjejer rapi. Mereka berjas institusi. Berkardus minuman, berpeluh malu. Tapi kayaknya tidak malu. Meminta-minta tangan menengadah. Mengais sisa. Menyambar receh.
Mana guru mereka? Tersilang persepsi, menutup pendapat. Guru ditiru palsu, kiamat tiba bagaikan kardus aqua bertulis “bantuan bencana alam”.

Dimana orang tua mereka? Bersebelah kemewahan mereka mengemis. Berpuisi cinta beriring kebiadaban peradaban baru.

Kanak ini tak paham masa depan. Lupa teori proyeksi. Pengemis muda berupa cermin. Terbentuk dari pecahan-pecahan kaca kecil berwajah tindakan. Ini soal masa depan.

Categories: Uncategorized

Dikiranya kilau, padahal lumrah

Dikiranya syahdu, ia lempar undangan, diundangnya pejabat.

Menurutnya indah, ia bangun panggung penuh uang emisan.

Dikacanya apik, ia panggil temannya yang pemusik.

Dikupingnya merdu, disuruhnya para pemusik itu mengiringi racauannya.

Menurutnya mampu menggetarkan hati, ia lecehkan penonton.

DIpikirnya ini wah, ia undang pembaca puisi pemula.

Dikiranya ia bersinar, ia undang lagi pembaca puisi manula.

Dikiranya puisi, padahal biasa saja.

Categories: Nyampah

BOSWELL. “Then, Sir, what is poetry?”

JOHNSON. “Why, Sir, it is much easier to say what it is not. We all know that light is; but it is not easy to tell what it is.”

It is mark of an educated man to look for precision in each class of things just so far as the nature of the subject admits.

ARISTOTLE, Nicomachean Ethics

Categories: Uncategorized
%d bloggers like this: