BOSWELL. “Then, Sir, what is poetry?”

JOHNSON. “Why, Sir, it is much easier to say what it is not. We all know that light is; but it is not easy to tell what it is.”

It is mark of an educated man to look for precision in each class of things just so far as the nature of the subject admits.

ARISTOTLE, Nicomachean Ethics

Categories: Uncategorized

Dikiranya kilau, padahal lumrah

Dikiranya syahdu, ia lempar undangan, diundangnya pejabat.

Menurutnya indah, ia bangun panggung penuh uang emisan.

Dikacanya apik, ia panggil temannya yang pemusik.

Dikupingnya merdu, disuruhnya para pemusik itu mengiringi racauannya.

Menurutnya mampu menggetarkan hati, ia lecehkan penonton.

DIpikirnya ini wah, ia undang pembaca puisi pemula.

Dikiranya ia bersinar, ia undang lagi pembaca puisi manula.

Dikiranya puisi, padahal biasa saja.

Categories: Nyampah

Kerja, kerja, kerja…

Dalam bekerja sebaiknya kita menerapkan prinsip “HADITS”. Hadits disini ialah sebuah singkatan. Berikut kepanjangannya,

  1. Hasrat

Hasrat dalam bekerja sangatlah penting. Kerja itu perlu gairah atau passion, tanpa ini bisa mudah bosan dan malas-malasan.

  1. Amanah

Pekerjaan adalah sebuah amanah, sebuah kepercayaan yang diberikan pada kita. Konsep percaya ini sesungguhnya lebih tinggi dari istilah cinta.  Saya pernah mendengar wejangan “Orang yang tidak diberi karunia anak adalah orang yang dicintai Gusti Allah” lalu “ Orang yang diberi karunia anak adalah orang yang dipercaya oleh Gusti Allah”. Penjelasannya, punya anak itu sebetulnya tidak mudah. Misal, yang punya bayi harus bangun tengah malam kalau si bayi haus atau ganti popok. Jam tidur terganggu. Contoh lain, lagi asyik jajan di restoran tiba-tiba si anak muntah atau BAB, repot kan? Masih banyak kerepotan-kerepotan yang lainnya. Yang tidak punya anak berarti tidaklah perlu menghadapi kerepotan-kerepotan tersebut, ia dicintai sang pemberi anak. Tapi kerepotan itu semua terbayarkan dengan kebahagaiaan karena kepercayaan dari Gusti Allah. Analoginya tidak begitu penting hanya untuk menunjukkan bahwa trust itu diatas love. Amanah itu bagian dari kepercayaan. Amanah dalam bekerja ini penting dan harusnya berlanjut pada syukur. Dan syukur berujung pada rajin kerja.

  1. Nah yang ketiga yang D ini lupa apa singkatannya, kayaknya Doa atau Damai.
  2. Langsung yang ke-4 adalah Inter personal.

Hubungan dengan rekan kerja yang lain haruslah dijaga, dibangun, dirawat, diperbaiki. Kalau tidak ada hal-hal yang mengejutkan, kira-kira saya akan bekerja di kantor saya ini sampai 30 tahunan ke depan. Maksudnya dengan rekan-rekan kerja sekarang akan terus berhubungan juga selama itu. Jangan sampai urusan-urusan kecil  dengan rekan kerja membuat situasi kerja terganggu untuk 30 tahun ke depan. Inter personal menjadi penting sekali. Tidak mungkin kita menyenangkan semua orang, akan ada satu dua tiga empat lima orang yang tidak suka dengan kita, tapi hal ini wajar. Konsep agama mengutamakan memaafkan bukan meminta maaf, tapi mengalah meminta maaf untuk hal sepele yang berguna untuk 30 tahun ke depan sungguh tidak rugi.

  1. Tanggung Jawab adalah T dalam HADITS.

Bicara tanggung jawab di dunia kerja akan berbicara TUPOKSI, yaitu tugas pokok dan fungsi karyawan. Setiap orang memiliki tupoksi masing-masing yang harus dikerjakan. Tapi ada baiknya diurutan terakhir masing-masing tupoksi adalah membantu rekan kerja yang lain apabila tanggung jawabnya sudah selesai. Sehingga ketika diminta membantu rekan kerja yang lain masih merupakan tupoksinya juga.

  1. Setia

Setia dalam bekerja tidak berarti tidak boleh nyambi kerja di tempat lain. Tapi tentu harus tahu tempat kerja mana yang lebih priorotas. Prioritas berarti menghabiskan waktu tenaga pikiran di tempat kerja utama. Utama dalam memberikan uang dan kehormatan.

Ini hasil rapat dengan pimpinan. Pemimpin itu memang sebaiknya memberikan wejangan hidup tidak sekedar arahan kerja yang remeh temeh.

Categories: Nyampah Tags:

Membeli Kucing dalam Karung–sebuah cerita tradisonal

Membeli Kucing dalam karung adalah kiasan dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna awal yang berkaitan dengan jual beli atau berdagang. Maksudnya pembeli harus meneliti secara detil barang yang hendak dibeli. Jangan sampai apa yang dibeli tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kiasan ini terus meluas tidak hanya dalam perdagangan tetapi juga sampai pada pemilihan apapun, misal memilih pasangan hidup, pemimpin, wakil rakyat, dll.

Istilah yang digunakan adalah “membeli”. Ada apa dengan “membeli”? Mungkinkah karena mayoritas masyarakat Indonesia itu muslim. Dalam Islam, sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada di  jual beli atau perdagangan. Atau ada kemungkinan yang lain seperti betapa konsumtifnya kita, sehingga alam bawah sadar kita menggunakan kiasan beli bukan produksi atau membuat.

Dari ribuan jenis binatang di Indonesia mengapa kucing yang dipilih. Kenapa bukan membeli anjing atau anoa atau yang lainnya. Kenapa pula pembungkusnya harus karung? Kurungan hewan dari bambu juga ada. Yang jelas sejak dahulu kala sampai sekarang di Indonesia kucing diperdagangkan. Karung ini sesuatu yang tertutup, jadi tidak tampak dari luar apabila kucing dimasukkan di dalamnya. Lebih lanjut, kemungkinan perdagangan kucing ini adalah sesuatu yang tabu yakni untuk dikonsumsi dagingnya bukan sekadar hewan peliharaan, yaitu sesuatu yang tidak lazim jika dilihat dari nilai-nilai sosial budaya yang dianut masyarakat tertentu. Di Indonesia secara umum, kucing bukanlah hewan untuk dikonsumsi, tetapi di daerah tertentu, seperti Manado, sebagian masyarakatnya mengonsumsi daging kucing. Jadi, bisa dilihat bahawa kucing dahulu kala diperdagangkan untuk di konsumsi, karena hal tersebut tabu, maka proses jual belinya pun sembunyi-sembunyi dengan menggunakan karung.

Cerita tradisonal merupakan sebuah “projecting expectations through narrative”. Si pendongeng cerita bisa saja sedang mengingatkan pada para pelaku jual beli untuk menggunakan karung agar tidak tercakar.

Saya yakin setiap hal itu ada ceritanya.

Categories: Uncategorized

(Saya tak mau) otonom

4 September 2014 Leave a comment

Saya tidak berdiri sendiri.

Jalan hidup yang saya tatap penuh dengan jejak-jejak kaki bapak saya.

Hunian pribadi yang saya tempati ini banyak sekali keringat ibuk saya.

Rona rambut saya sekarang hanyalah rancang dari sisiran kakak-kakak saya.

Di punggung saya ini penuh patuh sidik jari kaki adik saya.

Bagaimana mungkin saya mau menentukan arah sendiri?

Senyuman saya ternyata hanyalah versi sama dari senyuman keponakan-keponakan saya.

Di kelopak mata saya dalam istirahat cumepak belaian istri saya

Nyawa saya ini saya bagi rata dengan anak perempuan saya.

Saya tak mau mandiri.

Categories: Nyampah

si tuan anjing

Si anjing patuh pada si tuan,
tanpa tahu tangan tuannya.
Ia di sini, pun cerita tuannya nyaring,
tak doyan daging merah apalagi tulang.
Santapannya harapan, cita-cita, rencana dan narasi si tuan.

Categories: Uncategorized

mimpi

mimpi saya muluk-muluk,

suatu saat nanti saya ingin hanya di rumah saja sambil baca-baca novel atau nonton film.

 

Hold fast to dreams
For if dreams die
Life is a broken-winged bird
That cannot fly.

   Langston Hughes – dreams

 

Categories: Uncategorized
%d bloggers like this: