Berputih tulang

Bude Yatmi, kakak kandung bapak, baru saja meninggal, 18 Mei 2017. Orangnya hangat.

Saya ingat betul, saat masih kuliah. Di acara keluarga yang ramai tamu, beliau mencium pipi kanan kiri saya. Hangat penuh kebaikan. “Anakku.” Bude bermaksud menjelaskan ke para tamu. Waktu itu saya malu. Saya rasa perlakuan itu hanya pada saya saja diantara keponakan yang lain. Karena jarang ketemu. Saya di Samarinda, Bude di Boyolali.

Saya sedih berat.

Beliau beragama katolik. Saya ingin sekali beliau Islam. Keinginan yang sama besarnya dengan (mungkin) keinginan beliau untuk mengajak kami keluarga besarnya untuk ikut beliau. 

Saya sedih.

Bude inilah yang biayai sekolah bapak saya. Uang gajinya yang tak seberapa itu disisihkan agar adik-adiknya bisa sekolah.

Selamat jalan.

Categories: Uncategorized

bicara, nulis, baca

Find three hobbies:one to keep you money, one to keep you in shape, and one to keep you creative

Tulisan itu saya dapat di akun Ig: @dagelan. Terjemahnnya adalah temukan tiga hobi: satu yang menghasilkan uang, satu yang membentuk (karakter), satu lagi yang membuatmu bisa terus kreatif.

Maksud tulisan itu yang saya tangkap, beruntung kalau orang punya satu hobi saja tapi bisa menghasilkan ketiganya: bisa bikin kaya, baik dalam pembentukan karakter, dan kreativitas tetap terjaga.

Yang kurang beruntung, seperti saya, untuk menghasilkan tiga hal itu hobi tidak sama. Tapi ya tidak sial juga. Untuk menghasilkan tiga hal itu, hobi saya masih berkelindan.

Uang saya dapatkan dari hobi bercerita. Saya senang bercerita. Dari bercerita di depan kelas inilah saya dapat uang. Saya selalu semangat kerja, hujan sekalipun. Walaupun kerjaan saya kalau saya tak datang pun tak dihukum, hehe.

Untuk hobi yang membentuk karakter, saya percayakan pada hobi membaca. Saya hanya membaca karya sastra saja. Saya percaya betul sastra akan membuat karakter saya jadi lebih baik. Yang paling banyak saya baca adalah novel dan puisi. Novel yang paling saya suka masih Wuthering Heights karya Emily Bronte. Menonton film juga termasuk perpanjangan dari membaca sastra. Pun saya hobi nonton film.

Urusan kreativitas ini yang agak rumit. Hobi apapun rasa-rasanya menuntut kreatifitas. Saya pikir hobi menulis saya bisa mewujudkan hal ketiga ini.

Bercerita, baca, dan tulis berkelindan satu sama lain. Berarti saya tak hobi mendengar, hehe.

Categories: Nyampah Tags: , ,

Puisi Sedunia

Hari puisi

Merdeka tuk berkarya

Atawa tidak

Categories: Uncategorized

Manusia Kardus

​Di tengah terik, anak kecil berjejer rapi. Mereka berjas institusi. Berkardus minuman, berpeluh malu. Tapi kayaknya tidak malu. Meminta-minta tangan menengadah. Mengais sisa. Menyambar receh.
Mana guru mereka? Tersilang persepsi, menutup pendapat. Guru ditiru palsu, kiamat tiba bagaikan kardus aqua bertulis “bantuan bencana alam”.

Dimana orang tua mereka? Bersebelah kemewahan mereka mengemis. Berpuisi cinta beriring kebiadaban peradaban baru.

Kanak ini tak paham masa depan. Lupa teori proyeksi. Pengemis muda berupa cermin. Terbentuk dari pecahan-pecahan kaca kecil berwajah tindakan. Ini soal masa depan.

Categories: Uncategorized

Dikiranya kilau, padahal lumrah

Dikiranya syahdu, ia lempar undangan, diundangnya pejabat.

Menurutnya indah, ia bangun panggung penuh uang emisan.

Dikacanya apik, ia panggil temannya yang pemusik.

Dikupingnya merdu, disuruhnya para pemusik itu mengiringi racauannya.

Menurutnya mampu menggetarkan hati, ia lecehkan penonton.

DIpikirnya ini wah, ia undang pembaca puisi pemula.

Dikiranya ia bersinar, ia undang lagi pembaca puisi manula.

Dikiranya puisi, padahal biasa saja.

Categories: Nyampah

BOSWELL. “Then, Sir, what is poetry?”

JOHNSON. “Why, Sir, it is much easier to say what it is not. We all know that light is; but it is not easy to tell what it is.”

It is mark of an educated man to look for precision in each class of things just so far as the nature of the subject admits.

ARISTOTLE, Nicomachean Ethics

Categories: Uncategorized

Kerja, kerja, kerja…

Dalam bekerja sebaiknya kita menerapkan prinsip “HADITS”. Hadits disini ialah sebuah singkatan. Berikut kepanjangannya,

  1. Hasrat

Hasrat dalam bekerja sangatlah penting. Kerja itu perlu gairah atau passion, tanpa ini bisa mudah bosan dan malas-malasan.

  1. Amanah

Pekerjaan adalah sebuah amanah, sebuah kepercayaan yang diberikan pada kita. Konsep percaya ini sesungguhnya lebih tinggi dari istilah cinta.  Saya pernah mendengar wejangan “Orang yang tidak diberi karunia anak adalah orang yang dicintai Gusti Allah” lalu “ Orang yang diberi karunia anak adalah orang yang dipercaya oleh Gusti Allah”. Penjelasannya, punya anak itu sebetulnya tidak mudah. Misal, yang punya bayi harus bangun tengah malam kalau si bayi haus atau ganti popok. Jam tidur terganggu. Contoh lain, lagi asyik jajan di restoran tiba-tiba si anak muntah atau BAB, repot kan? Masih banyak kerepotan-kerepotan yang lainnya. Yang tidak punya anak berarti tidaklah perlu menghadapi kerepotan-kerepotan tersebut, ia dicintai sang pemberi anak. Tapi kerepotan itu semua terbayarkan dengan kebahagaiaan karena kepercayaan dari Gusti Allah. Analoginya tidak begitu penting hanya untuk menunjukkan bahwa trust itu diatas love. Amanah itu bagian dari kepercayaan. Amanah dalam bekerja ini penting dan harusnya berlanjut pada syukur. Dan syukur berujung pada rajin kerja.

  1. Nah yang ketiga yang D ini lupa apa singkatannya, kayaknya Doa atau Damai.
  2. Langsung yang ke-4 adalah Inter personal.

Hubungan dengan rekan kerja yang lain haruslah dijaga, dibangun, dirawat, diperbaiki. Kalau tidak ada hal-hal yang mengejutkan, kira-kira saya akan bekerja di kantor saya ini sampai 30 tahunan ke depan. Maksudnya dengan rekan-rekan kerja sekarang akan terus berhubungan juga selama itu. Jangan sampai urusan-urusan kecil  dengan rekan kerja membuat situasi kerja terganggu untuk 30 tahun ke depan. Inter personal menjadi penting sekali. Tidak mungkin kita menyenangkan semua orang, akan ada satu dua tiga empat lima orang yang tidak suka dengan kita, tapi hal ini wajar. Konsep agama mengutamakan memaafkan bukan meminta maaf, tapi mengalah meminta maaf untuk hal sepele yang berguna untuk 30 tahun ke depan sungguh tidak rugi.

  1. Tanggung Jawab adalah T dalam HADITS.

Bicara tanggung jawab di dunia kerja akan berbicara TUPOKSI, yaitu tugas pokok dan fungsi karyawan. Setiap orang memiliki tupoksi masing-masing yang harus dikerjakan. Tapi ada baiknya diurutan terakhir masing-masing tupoksi adalah membantu rekan kerja yang lain apabila tanggung jawabnya sudah selesai. Sehingga ketika diminta membantu rekan kerja yang lain masih merupakan tupoksinya juga.

  1. Setia

Setia dalam bekerja tidak berarti tidak boleh nyambi kerja di tempat lain. Tapi tentu harus tahu tempat kerja mana yang lebih priorotas. Prioritas berarti menghabiskan waktu tenaga pikiran di tempat kerja utama. Utama dalam memberikan uang dan kehormatan.

Ini hasil rapat dengan pimpinan. Pemimpin itu memang sebaiknya memberikan wejangan hidup tidak sekedar arahan kerja yang remeh temeh.

Categories: Nyampah Tags:
%d bloggers like this: