Archive

Archive for December, 2010

Laptop FB

Kejadian ini berawal ketika saya dengan dua teman; satu perempuan dan satu lelaki; di sebuah ruangan, mungkin di kamar saya. Ketika itu, saya sedang ber-internet baru membuka facebook (FB). Entah dengan kedua orang yang lain. Anehnya, facebook yang saya buka itu bukan akun saya, tetapi akun teman yang lain lagi; dejavu teringat pernah menemui hal ini di warnet yang kemungkinan besar pengguna sebelumnya lupa me-log out akun FB-nya; kemudian dalam hitungan detik ada pesan obrolan masuk. Anehnya isi pesan itu ditujukan ke saya, si pengirim pesan tentu saja ada dalam daftar teman di FB, hanya saja saya tidak terlalu mengenalnya, hanya sekedar tahu orangnya karena dulu satu kampus. Dengan alasan tau IP address si pengirim pesan menuduh saya me-hack akun FB-nya. Aneh memang, tapi saya tidak ambil pusing.

Keesokan harinya, saya berada di kampus. Si pengirim pesan itu menanyakan dengan tampang garang. Saya tahu dia tidak berani sama saya. Marah pun hanya karena malu menjaga harga dirinya. Walaupun badannya lebih besar, saya tahu saya bisa menjatuhkannya dengan mudah. Perdebatan mulut pun terjadi, saya tidak tahu-menahu tentang akun FB tersebut. Akhirnya perdebatan diakhiri ketika saya memintanya untuk menanyakan dengan kedua teman saya yang kebetulan ada di kamar saya kemarin. Teman lelaki, saya tau pasti mengiyakan saya. Saya pun yakin teman perempuan akan melawan saya alias tidak mendukung saya. Kejadian ini belum selesai.

Saya pulang kerumah, dirumah ada dua saudara perempuan saya, kemudian saya menceritakan masalah di kampus tadi. Saudara perempuan saya yang satu menyalahkan saya, tetapi ketika saya debat sedikit dia berhenti berbicara. Artinya penjelasan saya masuk di akalnya. Saudara saya yang satu lagi tidak bisa didebat sama sekali sehingga saya memutuskan hubungan sebagai saudara. Ketika sedang ribut dengan saudara perempuan saya, tak jauh dari rumah, warga kampung ramai berkumpul kira-kira berhasil menangkap maling. Dari kejauhan, saya melihat maling tersebut seperti teman semasa kecil saya. Saya pun berlari mendatangi dengan maksud menyelamatkannya. Setelah dekat ternyata bukan , akhirnya saya mendiamkan warga menghakiminya, dan kemungkinan mati. Buat apa menyelamatkan bukan teman.

Keesokan harinya lagi, kejadian akun FB belum selesai, ketika itu saya sedang berada di sebuah warteg untuk makan siang. Seperti yang saya duga sebelumnya, teman lelaki membela dan yang perempuan tidak. Berbekal penjelasan teman perempuan saya itu, si pengirim pesan menunggui saya di luar warteg dan kabarnya membawa parang untuk membacok saya. Saya tetap makan, dalam hati saya, si pengirim pesan ini betul-betul takut sama saya, kalau memang benar-benar mau menyerang tidak perlu menunggu, tidak perlu mengancam, langsung saja tusuk saya dari belakang pasti saya kalah. Kalau pakai ancaman saya jadi waspada total dan kemungkinan mengalahkan saya menjadi nol.  Selesai makan, saya keluar mendatangi motor vario hitam saya dan pulang.

Advertisements
Categories: Nyampah Tags: ,

Tipe manusia

4 tipe kroco dalam suatu organisasi, kantor atau institusi:

1. Goblok dan pemalas / tidak ambisius Orang-orang yang tidak tahu apa yang harus dikerjakan, tidak tahu yang mana yang harus didahulukan. Mereka mudah puas meskipun hanya kenaikan gaji yang kecil.

2. Cerdas dan pemalas / tidak ambisius. Jenis orang yang harus ditunjuk jidatnya baru mulai bergerak.

3. Goblok dan ambisius. Tipe penjilat, selalu menyanjung atasan. Merasa paling bisa, dan pastinya orang seperti ini tidak disukai orang-orang disekitarnya. Mereka ingin pegang kendali tapi tidak tahu caranya.

4. Cerdas dan ambisius. Selalu menyelesaikan tugas yang dibebankan.

Kalau kamu jadi bos nya, dalam jumlah tertentu pertahankan orang-orang goblok dan pemalas, karena bisa menjadi bawahan yang paling loyal. Jadikan orang yang cerdas dan pemalas sebagai penasihat. Singkirkan orang-orang goblok dan ambisius. Promosikan orang cerdas dan ambisius. Ada macam-macam orang, cuma yang pasti harus dihindari atau dijauhin pastinya yang kebanyakan bicara.

“Kamu bisa mendapatkan hasil lebih banyak dengan kata-kata manis dan sepucuk senjata daripada hanya dengan kata-kata manis”—Al Capone

sumber: Bimbingan Machiavellis bagi Bisnis Modern “V”

Categories: Nyampah Tags: , ,

CSeru

Pekerjaan sebagai Customer Service dari sebuah bank ternama sangatlah menyenangkan, banyak hal yang bisa didapat, terutama bisa bertemu dengan banyak orang, dengan segala macam tipenya tentu saja. Ada yang ramah, banyak yang menyebalkan, ada yang cakep, banyak yang ndak, pokoknya serulah. Mengenal banyak karakter, hal ini penting untuk bisa mempelajari istilah tepo seliro, segala hal yang kita lakukan terhadap orang lain harus coba kita rasakan terhadap diri kita sendiri, satu contoh kecil bagi saya pribadi mengantri bukanlah hal yang menyebalkan (sekarang), lha wong dulu tiap hari saya menyaksikan orang mengantri saya, padahal saya selalu berusaha menyelesaikan setiap urusan dengan secepat-cepatnya, terlepas dari kendala teknis seperti jaringan telpon mati atau RTO dll.

Pokoknya serulah..

Kegiatan saya dimulai dengan menghidupkan komputer dengan segala passwordnya yang panjang, tentu saja dengan tanda tangan absen sebelumnya (uang makan ;)), sambil menunggu hidup, stempel dan slip disiapkan, setelah komputer hidup, sistem dibuka dengan segala passwordnya, tak lupa winamp dengan volume sangat pelan, yang list lagunya disesuaikan dengan suasana hati. Biasanya dimeja saya sudah ada yang mengantri entah buka rekening, sekedar cek saldo atau permasalahan ATM. Pekerjaan yang saya sukai dimulai, mengobrol dengan nasabah, saya suka hanyut dengan kenikmatan mengenal karakter orang, betapa beruntungnya saya mendapat kesempatan ini.

Pokoknya serulah..

Mudahnya akses ke saya dalam arti tidak ada dinding pembatas antara saya dan nasabah, membuat saya terbiasa menerima 3-4 pertanyaan sekaligus. “Mas saya mo buka rekening syaratnya apa aja?”;”Pak transferan saya sudah masuk belum (sambil menyodorkan buku tabungan)?”; “Pak slip pengambilan ini tanda tangannya dimana aja (padahal yang tanya hampir tiap minggu narik,;))?”; apalagi ditambah telpon bunyi dari yang sekedar bilang “Mas ntar saya mo setoran bisa gak (hehehe, bank gak ada setoran ya koleps)?”; masih banyak lagi. Untung gak heng, kalau sampai heng saya pasti mudah dihipnotis orang. Menjadi lebih kebal hipnotis, betapa beruntungnya saya mendapat ilmu ini (rada gak nyambung).

Pokoknya serulah…

Dalam melayani nasabah saya memang pilih-pilih tapi ya masih manusiawi, kalau orangnya menyebalkan ya saya persulit sedikit, kalau ramah apalagi cakep ya saya lebih ramah lagi ;). Saya pernah menyobek form pembukaan rekening seorang yang berbadan besar penuh tato dan pake anting lengkap, sehidung-hidungnya di tindik, gara-gara males-malesan ngisi, terus orangnya merengut dan saya kasih senyum, satu kata puas; cuma satu contoh. Setidaknya ada 4 kejadian dimana orang marah-marah terhadap saya bahkan sempat menantang kelahi saya karena memang SOP harus ditegakkan, menghadapi orang marah dengan hati dingin (sekarang) menjadi hal kecil buat saya. Betapa beruntungnya saya mendapat ilmu ini.

Pokoknya seru..

Bicara gaji, untuk perusahaan yang setipe atau usaha yang sama, sulit yang bisa menandingi kesejahteraannya, bahkan sampai saya telah berhenti, betapa beruntungnya saya, jabatan kroco bisa senang-senang.

Intinya seru dan menguntungkan, ketika saya telah mendapat banyak hal banyak pengalaman tentunya cukup untuk menjawab apakah saya menyesal telah berhenti,tentu saja tidak, karena banyak hal yang baru terpikirkan (manfaatnya) terutama setelah keluar, terlebih lagi selanjutnya insy menjadi jalan mencari jodoh. Apalagi untuk hal yang terakhir kalau dibandingkan ya jadi kecil dan murah sekali..;)p

Categories: Nyampah Tags: