Home > Nyampah > Laptop FB

Laptop FB

Kejadian ini berawal ketika saya dengan dua teman; satu perempuan dan satu lelaki; di sebuah ruangan, mungkin di kamar saya. Ketika itu, saya sedang ber-internet baru membuka facebook (FB). Entah dengan kedua orang yang lain. Anehnya, facebook yang saya buka itu bukan akun saya, tetapi akun teman yang lain lagi; dejavu teringat pernah menemui hal ini di warnet yang kemungkinan besar pengguna sebelumnya lupa me-log out akun FB-nya; kemudian dalam hitungan detik ada pesan obrolan masuk. Anehnya isi pesan itu ditujukan ke saya, si pengirim pesan tentu saja ada dalam daftar teman di FB, hanya saja saya tidak terlalu mengenalnya, hanya sekedar tahu orangnya karena dulu satu kampus. Dengan alasan tau IP address si pengirim pesan menuduh saya me-hack akun FB-nya. Aneh memang, tapi saya tidak ambil pusing.

Keesokan harinya, saya berada di kampus. Si pengirim pesan itu menanyakan dengan tampang garang. Saya tahu dia tidak berani sama saya. Marah pun hanya karena malu menjaga harga dirinya. Walaupun badannya lebih besar, saya tahu saya bisa menjatuhkannya dengan mudah. Perdebatan mulut pun terjadi, saya tidak tahu-menahu tentang akun FB tersebut. Akhirnya perdebatan diakhiri ketika saya memintanya untuk menanyakan dengan kedua teman saya yang kebetulan ada di kamar saya kemarin. Teman lelaki, saya tau pasti mengiyakan saya. Saya pun yakin teman perempuan akan melawan saya alias tidak mendukung saya. Kejadian ini belum selesai.

Saya pulang kerumah, dirumah ada dua saudara perempuan saya, kemudian saya menceritakan masalah di kampus tadi. Saudara perempuan saya yang satu menyalahkan saya, tetapi ketika saya debat sedikit dia berhenti berbicara. Artinya penjelasan saya masuk di akalnya. Saudara saya yang satu lagi tidak bisa didebat sama sekali sehingga saya memutuskan hubungan sebagai saudara. Ketika sedang ribut dengan saudara perempuan saya, tak jauh dari rumah, warga kampung ramai berkumpul kira-kira berhasil menangkap maling. Dari kejauhan, saya melihat maling tersebut seperti teman semasa kecil saya. Saya pun berlari mendatangi dengan maksud menyelamatkannya. Setelah dekat ternyata bukan , akhirnya saya mendiamkan warga menghakiminya, dan kemungkinan mati. Buat apa menyelamatkan bukan teman.

Keesokan harinya lagi, kejadian akun FB belum selesai, ketika itu saya sedang berada di sebuah warteg untuk makan siang. Seperti yang saya duga sebelumnya, teman lelaki membela dan yang perempuan tidak. Berbekal penjelasan teman perempuan saya itu, si pengirim pesan menunggui saya di luar warteg dan kabarnya membawa parang untuk membacok saya. Saya tetap makan, dalam hati saya, si pengirim pesan ini betul-betul takut sama saya, kalau memang benar-benar mau menyerang tidak perlu menunggu, tidak perlu mengancam, langsung saja tusuk saya dari belakang pasti saya kalah. Kalau pakai ancaman saya jadi waspada total dan kemungkinan mengalahkan saya menjadi nol.  Selesai makan, saya keluar mendatangi motor vario hitam saya dan pulang.

Categories: Nyampah Tags: ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s