Archive

Archive for September, 2014

(Saya tak mau) otonom

Saya tidak berdiri sendiri.

Jalan hidup yang saya tatap penuh dengan jejak-jejak kaki bapak saya.

Hunian pribadi yang saya tempati ini banyak sekali keringat ibuk saya.

Rona rambut saya sekarang hanyalah rancang dari sisiran kakak-kakak saya.

Di punggung saya ini penuh patuh sidik jari kaki adik saya.

Bagaimana mungkin saya mau menentukan arah sendiri?

Senyuman saya ternyata hanyalah versi sama dari senyuman keponakan-keponakan saya.

Di kelopak mata saya dalam istirahat cumepak belaian istri saya

Nyawa saya ini saya bagi rata dengan anak perempuan saya.

Saya tak mau mandiri.

Categories: Nyampah