Archive

Archive for July, 2015

BOSWELL. “Then, Sir, what is poetry?”

JOHNSON. “Why, Sir, it is much easier to say what it is not. We all know that light is; but it is not easy to tell what it is.”

It is mark of an educated man to look for precision in each class of things just so far as the nature of the subject admits.

ARISTOTLE, Nicomachean Ethics

Categories: Uncategorized

Kerja, kerja, kerja…

Dalam bekerja sebaiknya kita menerapkan prinsip “HADITS”. Hadits disini ialah sebuah singkatan. Berikut kepanjangannya,

  1. Hasrat

Hasrat dalam bekerja sangatlah penting. Kerja itu perlu gairah atau passion, tanpa ini bisa mudah bosan dan malas-malasan.

  1. Amanah

Pekerjaan adalah sebuah amanah, sebuah kepercayaan yang diberikan pada kita. Konsep percaya ini sesungguhnya lebih tinggi dari istilah cinta.  Saya pernah mendengar wejangan “Orang yang tidak diberi karunia anak adalah orang yang dicintai Gusti Allah” lalu “ Orang yang diberi karunia anak adalah orang yang dipercaya oleh Gusti Allah”. Penjelasannya, punya anak itu sebetulnya tidak mudah. Misal, yang punya bayi harus bangun tengah malam kalau si bayi haus atau ganti popok. Jam tidur terganggu. Contoh lain, lagi asyik jajan di restoran tiba-tiba si anak muntah atau BAB, repot kan? Masih banyak kerepotan-kerepotan yang lainnya. Yang tidak punya anak berarti tidaklah perlu menghadapi kerepotan-kerepotan tersebut, ia dicintai sang pemberi anak. Tapi kerepotan itu semua terbayarkan dengan kebahagaiaan karena kepercayaan dari Gusti Allah. Analoginya tidak begitu penting hanya untuk menunjukkan bahwa trust itu diatas love. Amanah itu bagian dari kepercayaan. Amanah dalam bekerja ini penting dan harusnya berlanjut pada syukur. Dan syukur berujung pada rajin kerja.

  1. Nah yang ketiga yang D ini lupa apa singkatannya, kayaknya Doa atau Damai.
  2. Langsung yang ke-4 adalah Inter personal.

Hubungan dengan rekan kerja yang lain haruslah dijaga, dibangun, dirawat, diperbaiki. Kalau tidak ada hal-hal yang mengejutkan, kira-kira saya akan bekerja di kantor saya ini sampai 30 tahunan ke depan. Maksudnya dengan rekan-rekan kerja sekarang akan terus berhubungan juga selama itu. Jangan sampai urusan-urusan kecil  dengan rekan kerja membuat situasi kerja terganggu untuk 30 tahun ke depan. Inter personal menjadi penting sekali. Tidak mungkin kita menyenangkan semua orang, akan ada satu dua tiga empat lima orang yang tidak suka dengan kita, tapi hal ini wajar. Konsep agama mengutamakan memaafkan bukan meminta maaf, tapi mengalah meminta maaf untuk hal sepele yang berguna untuk 30 tahun ke depan sungguh tidak rugi.

  1. Tanggung Jawab adalah T dalam HADITS.

Bicara tanggung jawab di dunia kerja akan berbicara TUPOKSI, yaitu tugas pokok dan fungsi karyawan. Setiap orang memiliki tupoksi masing-masing yang harus dikerjakan. Tapi ada baiknya diurutan terakhir masing-masing tupoksi adalah membantu rekan kerja yang lain apabila tanggung jawabnya sudah selesai. Sehingga ketika diminta membantu rekan kerja yang lain masih merupakan tupoksinya juga.

  1. Setia

Setia dalam bekerja tidak berarti tidak boleh nyambi kerja di tempat lain. Tapi tentu harus tahu tempat kerja mana yang lebih priorotas. Prioritas berarti menghabiskan waktu tenaga pikiran di tempat kerja utama. Utama dalam memberikan uang dan kehormatan.

Ini hasil rapat dengan pimpinan. Pemimpin itu memang sebaiknya memberikan wejangan hidup tidak sekedar arahan kerja yang remeh temeh.

Categories: Nyampah Tags:
%d bloggers like this: