Home > Uncategorized > Manusia Kardus

Manusia Kardus

​Di tengah terik, anak kecil berjejer rapi. Mereka berjas institusi. Berkardus minuman, berpeluh malu. Tapi kayaknya tidak malu. Meminta-minta tangan menengadah. Mengais sisa. Menyambar receh.
Mana guru mereka? Tersilang persepsi, menutup pendapat. Guru ditiru palsu, kiamat tiba bagaikan kardus aqua bertulis “bantuan bencana alam”.

Dimana orang tua mereka? Bersebelah kemewahan mereka mengemis. Berpuisi cinta beriring kebiadaban peradaban baru.

Kanak ini tak paham masa depan. Lupa teori proyeksi. Pengemis muda berupa cermin. Terbentuk dari pecahan-pecahan kaca kecil berwajah tindakan. Ini soal masa depan.

Advertisements
Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s