Archive

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Berputih tulang

Bude Yatmi, kakak kandung bapak, baru saja meninggal, 18 Mei 2017. Orangnya hangat.

Saya ingat betul, saat masih kuliah. Di acara keluarga yang ramai tamu, beliau mencium pipi kanan kiri saya. Hangat penuh kebaikan. “Anakku.” Bude bermaksud menjelaskan ke para tamu. Waktu itu saya malu. Saya rasa perlakuan itu hanya pada saya saja diantara keponakan yang lain. Karena jarang ketemu. Saya di Samarinda, Bude di Boyolali.

Saya sedih berat.

Beliau beragama katolik. Saya ingin sekali beliau Islam. Keinginan yang sama besarnya dengan (mungkin) keinginan beliau untuk mengajak kami keluarga besarnya untuk ikut beliau. 

Saya sedih.

Bude inilah yang biayai sekolah bapak saya. Uang gajinya yang tak seberapa itu disisihkan agar adik-adiknya bisa sekolah.

Selamat jalan.

Categories: Uncategorized

Puisi Sedunia

Hari puisi

Merdeka tuk berkarya

Atawa tidak

Categories: Uncategorized

Manusia Kardus

​Di tengah terik, anak kecil berjejer rapi. Mereka berjas institusi. Berkardus minuman, berpeluh malu. Tapi kayaknya tidak malu. Meminta-minta tangan menengadah. Mengais sisa. Menyambar receh.
Mana guru mereka? Tersilang persepsi, menutup pendapat. Guru ditiru palsu, kiamat tiba bagaikan kardus aqua bertulis “bantuan bencana alam”.

Dimana orang tua mereka? Bersebelah kemewahan mereka mengemis. Berpuisi cinta beriring kebiadaban peradaban baru.

Kanak ini tak paham masa depan. Lupa teori proyeksi. Pengemis muda berupa cermin. Terbentuk dari pecahan-pecahan kaca kecil berwajah tindakan. Ini soal masa depan.

Categories: Uncategorized

BOSWELL. “Then, Sir, what is poetry?”

JOHNSON. “Why, Sir, it is much easier to say what it is not. We all know that light is; but it is not easy to tell what it is.”

It is mark of an educated man to look for precision in each class of things just so far as the nature of the subject admits.

ARISTOTLE, Nicomachean Ethics

Categories: Uncategorized

Membeli Kucing dalam Karung–sebuah cerita tradisonal

Membeli Kucing dalam karung adalah kiasan dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna awal yang berkaitan dengan jual beli atau berdagang. Maksudnya pembeli harus meneliti secara detil barang yang hendak dibeli. Jangan sampai apa yang dibeli tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kiasan ini terus meluas tidak hanya dalam perdagangan tetapi juga sampai pada pemilihan apapun, misal memilih pasangan hidup, pemimpin, wakil rakyat, dll.

Istilah yang digunakan adalah “membeli”. Ada apa dengan “membeli”? Mungkinkah karena mayoritas masyarakat Indonesia itu muslim. Dalam Islam, sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada di  jual beli atau perdagangan. Atau ada kemungkinan yang lain seperti betapa konsumtifnya kita, sehingga alam bawah sadar kita menggunakan kiasan beli bukan produksi atau membuat.

Dari ribuan jenis binatang di Indonesia mengapa kucing yang dipilih. Kenapa bukan membeli anjing atau anoa atau yang lainnya. Kenapa pula pembungkusnya harus karung? Kurungan hewan dari bambu juga ada. Yang jelas sejak dahulu kala sampai sekarang di Indonesia kucing diperdagangkan. Karung ini sesuatu yang tertutup, jadi tidak tampak dari luar apabila kucing dimasukkan di dalamnya. Lebih lanjut, kemungkinan perdagangan kucing ini adalah sesuatu yang tabu yakni untuk dikonsumsi dagingnya bukan sekadar hewan peliharaan, yaitu sesuatu yang tidak lazim jika dilihat dari nilai-nilai sosial budaya yang dianut masyarakat tertentu. Di Indonesia secara umum, kucing bukanlah hewan untuk dikonsumsi, tetapi di daerah tertentu, seperti Manado, sebagian masyarakatnya mengonsumsi daging kucing. Jadi, bisa dilihat bahawa kucing dahulu kala diperdagangkan untuk di konsumsi, karena hal tersebut tabu, maka proses jual belinya pun sembunyi-sembunyi dengan menggunakan karung.

Cerita tradisonal merupakan sebuah “projecting expectations through narrative”. Si pendongeng cerita bisa saja sedang mengingatkan pada para pelaku jual beli untuk menggunakan karung agar tidak tercakar.

Saya yakin setiap hal itu ada ceritanya.

Categories: Uncategorized

si tuan anjing

Si anjing patuh pada si tuan,
tanpa tahu tangan tuannya.
Ia di sini, pun cerita tuannya nyaring,
tak doyan daging merah apalagi tulang.
Santapannya harapan, cita-cita, rencana dan narasi si tuan.

Categories: Uncategorized

mimpi

mimpi saya muluk-muluk,

suatu saat nanti saya ingin hanya di rumah saja sambil baca-baca novel atau nonton film.

 

Hold fast to dreams
For if dreams die
Life is a broken-winged bird
That cannot fly.

   Langston Hughes – dreams

 

Categories: Uncategorized
%d bloggers like this: